Disudut relungku
Perjalananku terhenti kala cintaku terabaikan
Hatiku yang kau ulur hingga demi hingga aku terjatuh
dipelukanmu
Terkesima karna kekagumanku terhadapmu
Seolah keadaan ricuh terhadapi diri ini yang ingin kau miliki
Apa salahku sampai tega kau hancurkan sebentuk hati yang ku
berikan hanya untukmu
Tertatih aku menampih cucuran airmataku yang tak ingin aku
sia-siakan demi lelaki seperti dirimu
Dalam pedih aku terhenyak, dalam tangis aku merintih perih
Sungguh aku sangat kecewa dengan keadaan ini
Bagaikan tertusuk bambu runcing tepat disudut relungku
Haruskah aku terus dan menerus bermandikan hujan yang keluar
dari pelupuk mata
Atau aku terpuruk disudut dinding relungku sendiri yang tak
menginginkan sang empunya begitu bersedih
Sangat aku rasakan sakitnya luka yang semakin perih ini
Kekecewaan memang sepantasnya aku alami
Ukiran perasaan juga menyudutkanku akan ingatan dekapan cinta bagai
seekor lebah jantan yang menghisap madu sang bunga
Bahagia itu seketika pedih bagai tamparan diwajah yang tiada
henti hingga memerah
Namun aku pahami sakit ini membuatku lebih tegar
Dan aku jua mengerti bahwa
Tak selamanya cinta itu indah
Tiareski Ayu, Desember
2011
wa'alaikumussalam
BalasHapusoke saya follback blognya
makasih :)