Air Pasiran Cinta
Terkungkung
kembali relung ini .
Kembali berseteru
logika dengan perasaan .
Semurni kasih
itu yang menyinari, namun tetap silau melampau waktu .
Berjuta debu
tertampih oleh mata hati seiring tersolek air pasiran cinta .
Berusahakan
mencuri lembar demi lembaran hati untuk dapat mengelabui sang pemilik hati .
Cinta ini tak
begitu lantas terpahami meski waktu memberi kesempatan ditengah penghalauan
hindari kenyataan .
Beserta
pengselarasan rasa yang bersemaian seiring asa yang menjuntai dalam keceriaan .
Tak satupun
isi kepala bisa mengerti dan terpahami oleh rantaian kejujuran dalih tetesan
kilau cinta yang terasuki .
Menerka dan
terus menerka akankah pintu hati itu akan terbuka .
Jika masa itu
tiba pengharapan mungkinkan segera terwujudi .
Tanpa harus
terpisah menjauhkan diri pada perapian yang terus membatasi hingga saling tak
mengetahui isi hati .
Tentu, bila
masanya cinta itu dengan sendirinya akan bersemi tertunduk dan tersipu pasti .
Tiareski Ayu, Agustus 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar